'Nostalgia' Game PSP dengan PPSSPP

Jika berbicara tentang PSP (PlayStation Portable), maka ingatan saya mau tidak mau pasti bernostalgia dan kembali ke medio 2010 ketika saya pertama kali memiliki PSP. Waktu itu saya tidak membelinya, namun mendapatkannya sebagai doorprize pada acara perayaan ulang tahun kantor. Tentu saya senang bukan kepalang bisa mendapatkannya, namun harus diakui bahwa saya agak canggung pada mulanya karena saya belum terlalu familiar dengan perangkat ini. Beruntung saya cukup akrab dengan teknologi, I managed to master it in no time.

Setelah beberapa tahun saya pakai, terjadi penurunan performa pada baterainya dan belum sempat saya belikan penggantinya. Baterai yang tadinya bisa bertahan hingga berjam-jam ketika digunakan, sekarang hanya bertahan dalam hitungan belasan menit saja. Jadi, jika saya ingin memainkannya, maka saya harus selalu berada di dekat colokan listrik. Bukan hal yang praktis menurut saya, apalagi perangkat ini memang didesain untuk penggunaan portabel. Selain itu, memainkan dalam waktu yang lama cukup membuat mata saya menjadi lelah. Tidak jarang pandangan mata saya jadi kabur karena harus menatap layar kecil dari jarak dekat dalam waktu yang cukup lama. Akhirnya, saya pun sama sekali tidak pernah menggunakannya lagi.

Sebenarnya, PSP bukanlah produk yang se-ancient itu hingga layak menyandang predikat nostalgia. PSP versi pertama baru dirilis pada tahun 2004 dan hingga saat ini saja masih banyak orang yang memainkannya. Oleh sebab itu, saya gunakan tanda petik pada kata nostalgia pada judul tulisan ini. It’s just a personal things karena memang saya sudah lama tidak memainkannya dan ada kesan nostalgia bagi saya di sana.

Lalu, bagaimana cara saya memainkan koleksi game PSP yang saya miliki jika perangkat saya tidak bisa bekerja secara optimal?

Gunakan saja simulator!

Pada dasarnya, simulator adalah perangkat lunak yang bertugas untuk memberikan simulasi dari suatu lingkungan yang dijalankan pada lingkungan lain. Contoh dalam hal ini adalah lingkungan PSP yang disimulasikan (atau dijalankan) pada perangkat lain, misalnya di komputer.

Terdapat banyak simulator PSP di luar sana yang bisa kamu gunakan, namun yang paling saya sukai adalah PPSSPP. PPSSPP (PlayStation Portable Simulator Suitable for Playing Portably) ini adalah simulator PSP buatan Henrik Rydgård yang tersedia baik untuk komputer (Windows, MacOSX dan Linux) maupun ponsel (Android, iOS, BlackBerry dan Symbian). Selain itu, simulator yang bisa diunduh secara gratis situs PPSSPP.org ini juga memiliki dukungan dari pengembang dan pengguna lain yang sangat baik.

Splash Screen
Splash Screen PPSSPP

Untuk game yang saya mainkan, saya bukan tipe orang yang fanatik terhadap satu judul game tertentu. Saya akan memainkan game sesuai dengan mood dan keinginan. Namun, ada satu sekuel yang menjadi favorit saya, yaitu The Legend of Heroes (walaupun saya baru secara ‘serius’ memainkan satu seri, yaitu The Legend of Heroes: A Tear of Vermillion). Hal yang membuat saya tertarik kepada game ini adalah kombinasi antara musik, jalan cerita dan grafis yang mampu disuguhkan secara apik oleh developernya. Ini memang soal selera, namun apa yang yang ada dalam game ini sukses membuat saya braingasm.

The Legend of Heroes: A Tear of Vermillion adalah sebuah turn-based RPG yang bercerita tentang petualangan Avin yang mencari adiknya, Eimelle, yang diculik ketika mereka masih kecil. Eimelle diculik oleh para pengikut Octum, sang Dewa Kegelapan (The God of Darkness), karena dia adalah Durga’s Daughter yang dipercaya mampu mengembalikan kejayaan dewa kegelapan, Octum. Sebelum diculik, Avin dan Eimelle tinggal di Cathedral dan mengikuti ajaran Church of Bardus, The God of Light (Dewa Keterangan? ?).

The Legend of Heroes: A Tear of Vermillion
Avin, tokoh utama di The Legend of Heroes: A Tear of Vermillion

Nah, berkat PPSSPP inilah saya akhirnya dapat memainkan kembali game ini. Saya bahkan memasang simulator baik di komputer maupun ponsel Android yang saya miliki dan bisa memainkannya kapanpun saya mau. Hanya saja, untuk PPSSPP versi Android (dan juga untuk iOS pastinya), pengguna harus sedikit beradaptasi terlebih dahulu karena user experience yang didapatkan akan berbeda (kalau tidak mau disebut kekurangan) jika dibandingkan menggunakan PSP secara langsung, ataupun menggunakan versi komputer (yang ditambah dengan joystick/controller). Perbedaan yang paling dirasa adalah tidak adanya fisik tombol yang bisa kita sentuh dengan jari. Sebagai gantinya, PPSSPP menampilkan on-screen touch control alias tombol digital di layar.

Terus terang awalnya saya agak kewalahan untuk menggunakan on-screen touch control ini. Beruntung pihak developer memberikan konfigurasi yang bermacam-macam untuk fitur ini, misalnya saja memilih tombol mana saja yang akan ditampilkan, seberapa besar ukurannya, di mana posisinya bahkan sampai tingkat transparansinya.

On Screen Touch Control
On-screen touch control, walau samar masih terlihat kan?

Kekurangan kedua dari fitur on-screen touch control ini adalah kita jadi tidak bisa sepenuhnya melihat apa yang ditampilkan di layar, baik itu karena adanya tombol yang menghalangi maupun karena terhalang oleh jari kita sendiri (terutama untuk kamu yang memiliki jari yang ehmm… oversize).

Selebihnya? Amazing!

Game yang saya mainkan bisa berjalan dengan sangat smooth (walaupun belum semua game saya coba untuk mainkan), tidak terasa ada lag sedikitpun di ponsel Smartfren Andromax R saya.

Hanya saja, yang membuat saya sedikit heran adalah perbedaan pet yang saya miliki. Jika saya memainkan game ini di komputer maupun PSP, saya selalu mendapatkan pet berupa seekor anjing. Namun begitu saya mainkan di ponsel, pet yang saya miliki selalu saja kelinci.

Pet di PC/PSP
Pet anjing di komputer maupun PSP
Pet di ponsel
Pet kelinci di ponsel

Bagaimanapun juga, adanya simulator ini sangat saya apresiasi keberadaannya. Saya bisa ‘bernostalgia’ lagi dengan game-game PSP saya kapanpun saya mau tanpa perlu membawa perangkat aslinya. Tinggal salin saja berkas gamenya (*.iso maupun *.cso) ke kartu memori ponsel, lalu mainkan. That’s it.

Kalau kamu, apa game favoritmu?